Sunday, December 13, 2009

Khusus buat Kak Teh

Bismillahirrahmanirrahim…
Entry ini khusus buat kak Teh.

Gembira rasa tatkala mendengar khabar pernikahannya, tetapi sedikit sedih kerna tidak dapat bersama menghadiri majlis walimahnya. Namun berita gempar itu lebih menyedihkan diri ini. Tiada kata yang termampu diucapkan melain doa yang tidak putus-putus agar Kak Teh diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa.

Saya tidak terlalu mengenali Kak Teh. Namun Kak Teh antara orang yang menyambut saya setibanya saya di Auckland pertengahan tahun yang lalu. Kali pertama berjumpa, saya menjangka Kak Teh seorang yang tegas dan tidak ramah. Benarlah bahawa tidak kenal maka tak cinta. Kak Teh sebenarnya lembut dalam tegasnya. Riang ria dalam ramahnya. Suka membuli dengan kasih sayang terhadap roomatenya. Dan banyak lagi sifat-sifat unik Kak Teh yang tidak dapat saya nyatakan dalam bentuk perkataan di sini.

Terus terang banyak yang saya belajar daripada Kak Teh dalam tempoh yang singkat ketika safar ke bumi Kiwi itu. Saya bukan hanya belajar buat sushi, bahkan lebih daripada itu. Insan yang selalu menggerakkan saya untuk Qiam dan Subuh itu sangat dekat dengan Tuhannya, sangat mengambil berat akan adik2 binaannya, serius dalam studi nya namun tidak pernah mengabaikan tarbiyah diri meski dalam kalut exam.

Saya yakin Kak Teh diuji sebegitu kerna ”Allah tidak membebankan hambaNya melainkan sesuai dengan kemampuannya” (2:286) dan supaya Dia memberi sebanyak-banyak ganjaran buatmu kerana ”Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungnya (39:10).

Moga mutiara kata yang keluar dari mulut Kekasih Allah ini bisa mengubati dan meneguhkan hati mu kak.

”Tiada balasan bagi seseorang hambaKu yang mukmin disisiKu, di waktu Aku mengambil – mematikan – kekasihnya dari ahli dunia, kemudian ia mengharapkan redha Allah, melainkan orang itu akan mendapat Syurga” (Riwayat Bukhari)

”Barangsiapa yang dikehendaki Allah olehnya kebaikan, maka Allah akan memberikan musibah padanya – baik mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnnya” (Riwayat Bukhari)

”Tiada suatupun yang mengenai seseorang Muslim –sebagai musibah- baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti (segala sesuatu yang tidak memcocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan) segala macam waktunya, sampailah sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya itu” (Muttafaq’alaih)

Tiada lain yang dapat saya lakukan dari sini melainkan doa moga akak terus terusan kuat dan tabah setabah isterinya Hanzalah...

1 comment:

SyaHeeDaH Al-ImaN said...

ermmm....perkongsian untuk semua...
ya Allah, moga aku menjadi org yg redha ketika diuji....