Friday, October 30, 2009

..:Things to ponder:..

Assalamualaikum wbt.

Berikut adalah petikan daripada buku "Let's be Muslim" a.k.a. "Dasar-dasar islam" oleh Syeikh Abul A'la Al-Maududi. Saye suke sangat part ni sebab masa saya baca tu, rase macam ditampar-tampar. Harapnye kalian juge begitu. Sengaja saya megambil penuh tanpa mengubah walau sepatah perkataan atau menambah komen persendirian kerana bagi saya apa yang dikatakan oleh Al-Maududi ni sudah cukup jelas tanpa perlu penerangan. Jadi, terimelah untuk tatapan para pembaca semua..


(English version)
Our treatment with the Qur'an
Brethren-in-Islam!

Muslim are the only fortunate people in the world today who have with them the Word of God completely preserved, free from interpolation and precisely in the same wording in which it was revealed to the Holy Prophet (peace be upon him). And these very Muslims are those unfortunate people in the world who have the Word of God with them and are yet deprived of its blessings and its countless boons. The Qur'an was sent to them that they would read it, understand it and act upon it, and, with its help, would establish on God's earth a state which will function according to the law of God. The Qur'an came to grant
them dignity and power. It came to make them real vicegerents of God on the earth. And History testifies that when they acted according to its directions, it demonstrated its power making them Imam and leader of the world. But now for them its utility is confined to keeping it in the house in order to drive away demons and ghosts, to inscribe its verses on paper and hang it round the neck or wash it in water and drink it, and read the contents unintelligibly to get some blessing.

Now they do not seek guidance from it in the affairs of their life. They do not consult it to know what should be our beliefs, what should be our deeds, how should we conduct transactions, what law should we follow in contracting friendship and making enmity, what are the rights on us of our fellow-beings and of our own selves, what is truth for us and what is falsehood, whom should we obey and whom to disobey, with whom should we maintain relation and with whom not, who is our friend and who is our enemy, wherein are honour, well-being and benefit for us and wherein lies disgrace, failure and loss? Muslims have given up ascertaining all these verities from the Qur'an. Now they ask these things from unbelievers, polytheists, misguided and selfish people and from the evil force in their own souls, and follow what these elements advise. Therefore what invariably happens on ignoring God and following the precepts of others, happened to them too, and they are reaping it today in Hindustan, China, Java, Palestine, Syria, Algeria, Morocco and every where.

As for the Qur'an, it is the fountainhead of supreme good. It will impart whatever and as much beneficence you seek from it. If you seek from it such, trivial, frivolous and spurious things as scaring away demons and ghosts, cure for cough and fever, success in litigation and securing of job, then you will get only these things. If you seek leadership of the world and rulership of the universe you will get that also. And if you wish to reach the pinnacle of spiritual glory, the Qur'an will take you there also. This is just a question of your own capability that you ask for two drops from the ocean, otherwise the ocean is ready to give you a gift as big as the ocean.

Gentlemen! The cruel jokes which our brother-Muslims play with the Holy Book of Allah are so ridiculous that if they themselves see anyone else doing such frolics in any other matter, they will laugh at him and even brand him as a lunatic. Tell me if somebody got a prescription written by a doctor and hung it by the neck after wrapping it in a piece of cloth or washed it in water and drank it, then what would you say about it? Will you not laugh at it, and will you not call him a fool? But this very treatment is being meted out before your eyes to the matchless prescription written by the greatest of all doctors for the merciful cure of all your ailments, and nobody laughs at it! No one tries to understand that a prescription is not an article to be hung round the neck or soaked in water and drunk, but that its purpose is to use the medicine as directed by it.

(Malay version)

PERLAKUAN KITA TERHADAP AL-QURAN
Saudara-saudara sesama Muslim!


Umat Islam adalah satu-satunya umat yang paling beruntung di dunia sekarang ini kerana mereka memiliki Wahyu Allah yang terpelihara dalam keadaan utuh dan dalam bentuknya yang asli, bebas dari kekotoran campur-tangan manusia. Setiap kata-kata yang ada di dalamnya masih persis sama dengan ketika ia diturunkan kepada Rasulullah saw. Namun umat Islam ini juga adalah orang-orang yang paling malang di dunia ini, kerana, walaupun mereka memiliki Wahyu Allah tetapi mereka tidak dapat memperoleh berkat dan manfaat wahyu tersebut, yang sebenarnya tidak terhitung banyaknya itu. Al- Qur'an diturunkan Allah kepada mereka agar mereka membacanya, memahami isinya dan berbuat menurut petunjuknya. Dan dengan pertolongan Kitab ini, mereka disuruh untuk menegakkan pemerintahan di muka bumi Allah ini yang berfungsi sesuai dengan hukum Allah. Al-Qur'an datang untuk memberikan kepada mereka kebesaran dan kekuasaan. la datang untuk menjadikan mereka Wakil Allah yang sejati di bumi ini. Dan sejarah telah membuktikan bahawa bila mana mereka (umat Islam) berbuat menurut petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Kitab ini, maka Kitab ini akan memperlihatkan kemampuannya untuk menjadikan mereka imam dan pemimpin dunia. Tetapi sekarang, kegunaan al- Qur'an bagi mereka hanyalah untuk disimpan di rumah untuk mengusir jin-jin dan hantuhantu. Mereka menuliskan ayat-ayat al-Qur'an pada lembaran-lembaran kertas lalu menggantungkannya pada leher mereka, atau mencelupkannya ke dalam air dan kemudian meminum airnya, dan mereka membaca ayat-ayat al-Qur'an tersebut tanpa memahami ertinya, namun mereka mengharapkan untuk dapat memperoleh sesuatu berkat daripadanya.

Mereka tidak lagi mencari petunjuk daripadanya untuk mengatur masalah-masalah kehidupan mereka. Mereka tidak lagi menjadikan al-Qur'an sebagai pertimbangan untuk mengetahui apa yang harus mereka percayai, apa sahaja, yang harus mereka kerjakan, dan bagaimana mereka harus melakukan transaksi-transaksi. Mereka menjauhi al-Qur'an dalam menentukan hukum-hukum apa yang harus mereka ikuti dalam mengikat tali persahabatan dan membuat permusuhan, hak-hak apa yang dimiliki sesama manusia atas diri mereka dan juga hak-hak mereka sendiri atas sesama manusia. Mereka menjauhi al-Our'an dalam menentukan apa yang benar dan apa yang salah, siapa yang harus dipatuhi perintahnya dan siapa pula yang harus ditentang perintahnya, dengan siapa mereka harus memelihara hubungan dan dengan siapa tidak, siapa teman mereka dan siapa musuh mereka, di mana letak kehormatan, kesejahteraan dan keberuntungan mereka, dan di mana letak kehinaan, kegagalan dan kerugian mereka? Kaum Mustimin tidak lagi memeriksa masalah-masalah ini dengan al-Qur'an. Mereka sekarang meminta petunjuk tentang masalah-masalah tersebut kepada orang-orang kafir, orang-orang musyrik, oring-orang yang sesat dan hanya mementingkan diri sendiri, kepada suarasuara iblis yang ada dalam diri mereka sendiri, dan mereka mengikuti apa sahaja yang dikatakan oleh unsur-unsur tersebut. Kerana itu mereka ditimpa bencana yang pasti akan datang, menimpa sesiapa sahaja yang melupakan Allah dan yang mengikuti petunjuk selain dari petunjukNya. Bencana itu menimpa mereka sekarang di India, Cina, Palestin, Syria, Algeria, Maghribi dan di negeri-negeri lainnya.

Akan halnya, al-Qur’an sendiri, ia adalah sumber kebaikan yang paling besar. Al-Qur'an mampu memberikan kepada anda manfaat apa pun yang anda inginkan dan sebanyak apa pun yang anda mahu. Kalau dari al-Qur'an, yang anda cari hanya manfaat yang kecil dan remeh, seperti untuk mengusir jin dan hantu-hantu, ubat untuk orang sakit batuk dan demam, kemenangan dalam pengadilan dan kejayaan dalam mencari kerja, maka yang anda peroleh, memang, hanya hal-hal kecil itu sahaja. Bila yang anda cari hanya kekuasaan di atas dunia dan penguasaan terhadap alam semesta, maka anda juga akan memperolehnya. Dan kalau anda menginginkan untuk mencapai puncak kebesaran rohani, al-Qur'an juga akan membawa anda ke sana. Ini hanyalah soal kemampuan anda untuk mengambil manfaat daripadanya. Al-Qur'an adalah bagaikan lautan anda hanya mengambil dua titis air daripadanya, padahal, sebenarnya ia mampu memberikan air sebanyak lautan itu sendiri.

Saudara-saudara!
Apa yang diperbuat saudara-saudara kita sesama Muslim terhadap Kitab-Suci Allah adalah sangat bodoh dan patut ditertawakan. Seandainya mereka (saudara-saudara kita sesama Muslim) melihat orang lain berbuat seperti itu terhadap sesuatu yang lain, pasti mereka akan mentertawakannya dan menganggapnya sebagai orang gila. Sekiranya ada orang yang menerima preskripsi dari seorang dokter, lalu preskripsi itu dibungkusnya dengan kain dan digantungkannya di lehernya, atau dicelupkannya ke dalam air dan air itu diminumnya, apa yang akan anda katakan? Tidakkah anda akan mentertawakan dan mengatakan orang itu sebagai orang yang bodoh? Lihatlah, sekarang ini di depan mata anda semua perbuatan seperti ini sedang dilakukan terhadap preskripsi yang paling berkesan dan tidak ternilai harganya, yang ditulis oleh doktor yang paling besar dari semua doktor, yang dimaksudkan untuk menyembuhkan semua penyakit anda. Namun tidak seorang pun yang tertawa melihat perbuatan ini! Tidak seorang pun mencuba mengerti bahawa sebuah preskripsi bukanlah untuk digantungkan di leher atau dicelupkan ke dalam air lalu diminum, tetapi untuk menggunakan ubat dengan cara seperti yang-ditunjukkan dalam preskripsi itu.

Rujukan;
http://www.witness-pioneer.org/vil/Books/M_foi/


Fikir-fikirkanlah...



Trivia Questions;
1)the Quran was revealed in which month?
2) Name the title of of the surah which is also name of an ancient ampire.


1 comment:

Unknown said...

Nice. let me guess the answers;
1) Ramadhan
2) arRum
rite?